News

Loading...

Motivations

Laman

Minggu, 10 Oktober 2010

Cinta Tanpa Syarat

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka
merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis
satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya
kepada mereka berdua, "Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep
akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami
yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil
saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang
mendalam di antara mereka. "Aha, Nenek yang akan bercerita dan
menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini
pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya
perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan
tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat
tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta
mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian,
dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih
kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan
mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek
memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang
lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya
lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian
menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata
tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan.
Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara
perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga,
tetapi.... kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek
merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak
ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau
menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek
Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh
pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau
sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami
bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan
energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang
menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya
kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika
kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan
ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah
terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan,
pengharapan, dan kedamaian.

Semakin Banyak Memberi Semakin Banyak Menerima

"Namaku Linda. Aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah
pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan
mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu
menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi dan ibuku,
Yasmine Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan dan
kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke
dalam ruangan. Saat itu ayah tahu, bahwa inilah perempuan yang akan
menikah dengannya. Hal ini menjadi kenyataan, kini mereka telah menikah
selama 40 tahun dan telah memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah
menikah dan memberikan mereka dua orang cucu.

Mereka bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang
sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan
penuh cinta kasih dan kebijaksanaan. Aku teringat suatu hari ketika aku
masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami
mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat
kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat
terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah
dengan kualitas barang-barang terbaik.

Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor.
Kata ibuku,"Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian". Hal itu
yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai
seorang perempuan aku harus patuh pada suamiku dan selalu menemaninya
dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang
perempuan harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang
tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan,
omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku
percaya nasihat ibuku.

Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka,
setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan
Menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku
tidak berfungsi lagi sehingga ia harus menghabiskan sisa hidupnya di
tempat tidur. Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih
tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal
padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah
meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu
menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah
mencatkan kuku tang an ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,"untuk apa kau
lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan jelek sekali". Ayahku menjawab,
"aku ingin kau tetap merasa cantik". Begitulah pekerjaan ayahku sehari-
hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat
kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum, "Kau tahu, Linda.
Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku... kau tahu kenapa?" Aku
menggeleng dan ibuku melanjutkan, "karena aku tak pernah
meninggalkannya..."

Itulah kisah cinta ayah dan ibuku. Mereka memberikan kami, anak-anaknya
pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling
menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi
mereka memberikan contoh dari kehidupannya.

Pilih Mana : Kekayaan, Kesuksesan Atau Cinta

Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah,dan ia
melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan.
Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: "Aku
tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari
masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Laki-laki
berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?
Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu,
kami tak ingin masuk.

Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu. Di waktu
senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua
kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia
berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan
mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke
dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata laki-laki
itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya perempuan itu karena merasa
heran.

Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil
menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang
ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu laki-laki berjanggut
lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya
kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di
luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau
begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini
penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia
bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen
gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun
ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih
baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan
pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan
malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.

Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. "Siapa
diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi
tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.
Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si
Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi
kenapa kamu ikut juga? Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab
bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan,
maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si
Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.
Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan K esuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa
melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada
jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami
menjalani hidup ini.

Senin, 30 Agustus 2010

BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA: Buat Yang Cape Melayani, ehm baca deh ..

BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA: Buat Yang Cape Melayani, ehm baca deh ..: "Buat Yang Cape Melayanipengarang : Henry Sujaya LieSaya sedang mikirin apaya..yang mesti ditulis buatkolom besok. Lalu tiba-tibamata saya te..."

Selasa, 10 Agustus 2010

BAGI YANG MENYEBUT DIRI SAHABAT

Jika anda menyebut diri anda sahabat maka anda harus berpikir ulang:

1. Apakah Anda Bersedia Mendengarkan Dia Di Saat Sedih?

Tuhan ciptakan dua mata untuk kita supaya kita dapat lebih banyak melihat, satu mulut untuk lebih sedikit berbicara. Tuhan juga ciptakan dua telinga untuk dapat mendengar, memperhatikan apa yang dikatakan orang lain kepada kita. Dengan telinga kita mendengar hal yang baik dan hal yang buruk. Perkataan yang membangun dan perkataan yang merusak. Kesedihan dan kebahagiaan. Di sekitar kita hidup, kita tidak bisa tidak perduli dengan perkataan orang, tapi apakah kita juga melakukan hal yang sama dengan orang yang kita sebut sahabat kita?
Ayb 2:11 Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia.

Ada kalanya sahabat kita memerlukan kita bukan untuk memberikan solusi jika sahabat kita memiliki masalah yang besar. Yang dibutuhkan sahabat adalah kesediaan untuk mendengarkan dengan Tulus, dan meluangkan waktu bagi dia. walau sebenarnya kita tahu sahabat kita hanya mau menceritakan hal yang tidak penting pada kita. Dan itu mungkin kita anggap sebagai kebodohan namun, Sahabat kita hanya ingin kita mendengarkan setiap perkataannya. Dengan mendengarkan dengan Tulus anda sedang terlibat dalam konflik batin sahabat anda. Tanpa anda mengorek keterangan dari dia anda akan tahu bahwa sebenarnya. Yang diceritakan yang mungkin kita anggap sebagai kebodohan, Dikarenakan cerita yang tidak bermutu dan membuang waktu kita. Tapi ketika anda bersedia mendengarkan dengan tulus maka anda akan menyadari betapa dia menerlukan anda untuk menghadapi masalah yang sebenarnya. Menghadapi masalah yang jauh lebih besar yang tidak bisa dia katakan kepada anda.

Bagi yang menyebut diri sahabat, dan yang sekarang bersahabat. Mungkin anda perlu memperhatikannya apakah anda telah mendengarkan perkataan, curhatan, makian, kekecewaan, kebahagiaan, dari sahabat anda dengan tulus?

Jangan pandang kecil masalah sederhana, mungkin dibalik kesederhanaan masalah yang terlihat tersimpan masalah yang lebih besar. Bersediakah telinga anda untuk mengdengar?


2. Apakah anda menerima kekurangan sahabat Anda?

Manusia tidak sempurna, itu perkataan yang keluar dari pengakuan kita. Manusia memang tidak sempurna dan tidak mungkin menjadi sempurna. Sangat mustahil bagi manusia untuk berlaku baik dan sempurna sesuai dengan kemauan kita. Tidak ada yang dapat seperti itu. Kita harus menyadari bahwa untuk menjadi sempurna bukanlah menuntut orang lain sesuai dengan kemauan kita, namun yang utama adalah menuntut dia menjadi seperti dia.
Manusia memiliki karakter dasar dalam dirinya, keunikan dari manusia yang lain. Tidak ada orang yang sama, bahkan kalau kita lihat kembar identikpun tidak memiliki watak yang sama, kesukaan yang sama, hobi yang sama, bahkan kemampuan yang sama. Kalau kita tempatkan sahabat kita menjadi ideal menurut pemikiran kita itu manghancurkannya. Yang perlu kita lakukan adalah bersedia menerima kekurangannya tanpa ada maksud dibaliknya.
Ams 19:4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
Ams 19:7 Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi.

Banyak orang membangun hubungan karena dasar kenyamanan, hal materi yang menjadi patokan. Orang cenderung bergaul dengan orang yang dianggap bisa membalas kebaikan dengan kebaikan, memberi apa yang kita butuhkan. Jika anda menyebut diri anda sahabat, anda perlu meninjau ulang persahabatan anda!, atas dasar apa anda membangun persahabatan?

Persahabatan bukan berdasar apa yang anda dapatkan tetapi seberapa banyak yang telah anda berikan, terkhusus kepada sahabat anda. Sudahkah anda menerima kekurangannya…


3. Apakah anda mengasihi sahabat anda?

Jika anda menjalin persahabatan sudahkah anda mengasihi sahabat Anda, dan sejauh apa anda mengasihinya. Kalu anda telah merasa mengasihinya coba pikirkan ayat ini:

Ams 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Yoh 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Jika anda menang sudah mengasihinya sudahkah kasih anda seperti Ini:

1Kor 13: 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Banyak dari antara kita mengatakan kalau kita mengasihi teman, saudara, sahabat, bahkan musuk kita. Yang menjadi pertanyaan besar adalah kalau kita mengasihi sudahkan kita melakukanya, memang kasih bukan sekedar perkataan, tapi juga tindakan. Oleh karena itulah kalau kita mengasihi maka perlu juga menunjukan dengan keprdulian. Menjadi saudara dalam kesukaran bukanlah hal yang mudah apalagi memberikan nyawa bagi yang kita sebut sahabat kita, kenapa?. Karena pada dasarnya kita lebih ingin dikasihi oleh sahabat kita dari pada kita yang mengasihinya, lebih suka dihargai dari pada menghargai.

Bagi yang menyebut diri sahabat, mungkin mengasihi perlu dilakukan bukan hanya diucapkan. Sudahkan anda mengasihi sahabat anda, dan bagaimana anda mengasihinya?


4. Apakah hubungan persahabatan anda lebih intim dari yang lain?

Persahabatan adalah sebuah hubungan bukan sekedar status. Kita bersahabat bukan atas dasar suka karena ketertarikan fisik, ataupun karena materi dan kenyamanan. Kita bersahabat karena hubungan yang Akrab dan intim, ada satu komunikasi yang baik dan saling menerima kekurangan masing-masing. Dan yang paling utana adalah kasih sayang yang murni diantara kedua belah pihak, dalam arti kasih yang menjiwa bukan hanya yang merasa.

Bagi anda yang menyebut diri sahabat, contoh dari daud dan Yonatan akan menberikan pemahaman kepada kita tentang dalamnya persahabatan:

1Sam 18:1 Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
1Sam 18:3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.
2Sam 1:26 Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan.

Kita tahu cerita ini dan mungkin lebih hafal dari saya, namun yang jadi pertannyaannya adalah seberapa dalam hubungan kita dengan sahabat kita?. Samakah keimtiman itu dengan teman anda?, atau sama dengan pacar anda?. Tetapi menurut saya keintiman kepada sahabat melebihi semuanya, dan jauh lebih tinggi dari status pacar kita. Kenapa?, karena seorang sahabat adalah hubungan karena keintiman bukan karena status dan ketertarikan.

Kita harus melihat diri kita sendiri saat memulai persahabatan, sudahkan kita membangun keintiman atau dalam bahasa Alkitabnya “berpadulah” seperti jiwa Daud dan Yonatan.


5. Apakah anda memahami sahabat anda lebih dalam?

Ada ungkapan yang menyatakan “kita harus belajar dari siapa saja dan dimana saja”. Untuk dapat mengerti dan memahani makna, kita harus bersedia belajar seumur hidup kita. Mencoba mengerti dan memahani semua yang telah kita pelajari dari keadaan kita dan buhungan kita. Kita belajar supaya kita dapat memahani segala sesuatu dengan lebih dalam. Di dalam persahabatan pun demikian, kesediaan untuk belajar akan membawa kita kepada pemahaman karakter sahabat kita dengan lebih baik.

Kita memahani bukan untuk menggurui namun supaya kita dapat menempatkan diri di posisi yang benar sebagai sahabat. Sahabat bukan orang yang dapat selalu menuruti kemauan kita, dan bahkan ada untuk kita setiap saat. Sebagai seorang sahabat kita harus bersedia mengerti bukan menggerogoti, memaklumi dan tetap mengasihi.

Sahabat kita kadang kala juga mengecewakan kita, bertingkah aneh kepada kita dan mungkin membuat kita jenuh karenanya. Sahabat tetaplah manusia ini yang perlu di ingat, sama seperti kita. Kalau kita masih bisa mengecewakan orang lain bukankah potensi yang sama dapat berlaku pula demikian dari sahabat kita. Yang perlu kita lakukan adalah memahani dan mungkin memaklumi, dengan kasih yang tulus membangun hubungan yang murni.

Sebagai seorang sahabat seberapa dalam anda memahami sahabat anda?. Dan seberapa besar anda memaklumi kekurangannya sebagai manusia?

Pahamilah sahabat anda lebih dalam, hargailah dia dan terimalah kekurangannya. Jalinlah hubungan karena cinta yang murni. Sekali lagi! manusia tidak sempurna, bahkan saya yang menulis artikel ini pun tidak sempurna. saya hanya mencoba untuk memberikan sedikit pemahaman dan Refleksi bagi anda yang menyebut diri sahabat. Supaya dapat menjalin persahabatan dengan lebih baik.

Tuhan memberkati.

www.renungankisahinspirasi.co.cc

Arti Perempuan Bagi Laki-laki

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan memersatukan dua orang
yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika
pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu,
tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat
engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu
terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk meleng kapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi,
kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk
melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.
Hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan
menyelesaikan bagiannya. Sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan
sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu. Jika
ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah
perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan
sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tetapi ia butuh
jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi, tidak hanya
secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang
akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail
dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-
kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele, namun baginya
sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu.

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki
yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut
tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar
dan rindang, seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak
kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi
apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh
pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan
perempuan, itu sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir
tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena
perempuan adalah bagian dari laki-laki, apa yang menjadi bagian dari
hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi
keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun
ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada
karena ia lahir dan dibesarkan di sana. Karena mereka, ia menjadi seperti
sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari
perasaanmu juga, karena kau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang
tak ada sebelumnya.
Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama
denganmu.

Belajar Mencintai

1. Bagi orang yang ringan mulut, perlu belajar diam. Mulai dengan
memperpendek kata2 ketidakpuasan.
2. Bagi orang pendiam dan / atau sudah pandai mengendalikan lidah,
belajarlah berdoa diam2 di hati, bila disakiti hatinya.
3. Jangan membiasakan diri marah terhadap Tuhan bila dikecewakan
hatinya. Bila terhadap Tuhan pun biasa marah, apalagi terhadap
sesama manusia.
4. Perlulah kita belajar marah, secukupnya. Marah yang pakai alasan
dan pakai aturan atau ukuran.
5. Marah yang keterlaluan dan keterpanjangan, hanya menambah luka2
di batin sendiri.
6. Terhadap orang yang tidak / belum dapat diperbaiki, hendaknya
kita melatih diri untuk bersabar dan berbelaskasihan. Jangan malahan
meningkatkan kemarahan dan kebencian.
7. Bila " dia " tidak / belum dapat berubah, aku sendirilah yang
segera mulai mengubah diriku menjadi baik atau lebih baik. Maka
terciptalah suatu awal keseimbangan.
8. Ada orang yang punya fasilitas sedikit tetapi disyukuri banyak.
Jika dikecewakan, ia menganggap kekecewaan sebagai hal yang biasa
saja, hal yang menimpa setiap orang, di waktu2 tertentu, bahkan ia
bisa mengubah kekecewaan menjadi hikmah dan harapan : esok akan
lebih baik!!
9. Ada pula orang2 yang beruntung di dalam usaha2-nya, akan tetapi
masih selalu merasa kurang. Bahkan mengiri orang2 lain yang
dipandangnya lebih beruntung dan lebih mapan. Lahiriah mewah, tetapi
di batin tumbuh luka2 iri dan nafsu serakah yang tak terpuaskan. Ia,
si kaya itu, berwajah muram, sepertinya berbedak hitam.
10. Di hidup ini ada orang2 yang berkedudukan tidak tinggi dan
berharta cukup2 saja. Tetapi ia puas dengan yang telah dicapainya
dan pantang berambisi lebih. Ia puas dengan yang pas. Dia ini mirip
pemain yang pas mendapat kartu2 yang hanya pas2-an baik. Tetapi dia
sangat pandai menjalankannya, sehingga selalu dinilai sebagai
pemenang!!
11. Kita menderita karena kita cinta kepada orang itu yang memang
kesayangan kita.
12. Kita menderita karena orang kesayangan kita tertimpa malapetaka.
13. Kita menderita karena orang2 yang sangat kita cintai menyakiti
hati kita. Tetapi kita tetap mencintai mereka karena kita tak bisa
berhenti mencintai mereka.
14. Bisa kita coba berhenti mencintai mereka, atau mengubah diri &
hati untuk membenci mereka; akan tetapi hasilnya ialah : derita yang
lebih parah bagi kita sendiri!!
15. Tetapi bertahan atau meneruskan mencintai mereka, juga merupakan
derita. Akan tetapi menderita karena cinta merupakan pilihan lebih
baik daripada menderita karena benci.
16. Aku mau menderita karena cinta; menderita dalam kesadaran &
kebaikan hati; dalam penerimaan yang rela. Dalam doa2 yang suci,
manis & mengobati hati.
17. Ada seseorang yang sangat marah kepada sahabatnya dan menentukan
niat mau diam saja bila disapanya. Di saat dan tempat tak terduga,
ia jumpa dan langsung disapa oleh sahabatnya yang dia benci. Akan
tetapi ganti diam / marah, ia senyum dan memeluknya. Ketika
tersadari lebih mendalam, ia menyesal!! " Saya telah salah sikap,
ya, saya telah keterlaluan cinta padanya!! Saya telah salah cinta!!"
18. Ada suatu daya dalam diri masing2 kita yang sungguh agung. Daya
yang lebih besar dari yang kita sadari / mengerti.
19. Cinta yang dalam & berakar lama di batin terdalam, punya daya
seperti mukjizat.
20. Ada daya lain pula yang se-waktu2 mendatangi kita. Daya cinta
pemberian Tuhan!! Pun pula daya2 doa kita & doa orang lain.